aku telah berkeluarga. aku menikah pada bulan agustus 2003, tepatnya tanggal 16 agustus 2003. Pesta pernikahan sederhana, cuma keluarga dekat dan teman-teman kerjaku dan teman kerja istriku. Cuma yang membuatku bangga adalah semua perhelatan itu terlaksana tanpa bantuan sedikitpun dari orangtuaku maupun orangtua istriku. Satu cita-cita lama untuk tidak menyusahkan orangtua tercapai sudah.
Istriku bernama Iis Sugianti. Wanita sederhana berpendirian kuat dan memiliki cita-cita yang tinggi. Keras dalam hal pendirian tapi lembut menghadapi permasalahan maupun cobaan. Hm..gak salah pilih ‘kan? Dialah pelita ketika aku begitu naif dan ceroboh dalam menata hidup. Berkatnya aku mampu berdiri sebagai seorang lelaki yang lebih berarti.
Kekuatan batin istriku teruji ketika aku harus memilih antara meneruskan karir atau mengambil kuliah lagi demi kemajuan karir yang lebih baik. Dan akhirnya, tepat tanggal 28 agustus, tepat 2 hari setelah berembug, dan tepat seminggu lebih kami melangsungkan pernikahan, aku berangkat ke Malang untuk melanjutkan studi gratis yang aku peroleh melalui tahapan seleksi. Urusan PHK-ku semua di tangani istriku. Sampai diapun mengundurkan diri dari pekerjaannya demi aku yang bodoh ini.
Tahun 2004 awal 2005 kami pulang ke Lampung dalam rangka kerja magang di SMKN 2 Bandar Lampung. Berita gembira kudapatkan, istriku hamil. Bahagia banget rasanya, akhirnya, demikian teriak batinku.Namun, ujian kembali datang menghampiri istriku. Ketika dia hamil besar [memasuki usia kandungan 8 bulan], aku harus kembali ke Malang untuk menyelesaikan kuliahku. Sungguh sedih yang tak terkira..
Aku mendapat kabar mengharukan, jam 10 pagi tanggal 4 Desember 2005 anak lelaki lahir dari rahim istriku. Ganteng dan sehat. Tak terperikan rasa bahagia ku karena proses persalinannya pun lancar. Terima kasih Tuhan. Alhamdulillah ya Allah.. Kau beri aku anugerah begitu besar yang tak mungkin aku tampikan. Aku beri dia nama Radhimas Setiawan, bocah ganteng yang mudah-mudahan menjadi berkah di setiap langkahku.
Kini Dimas, sudah memasuki usia 10 bulan, tambah nakal, tentu! Tapi itu membuat kami menjadi keluarga yang sesungguhnya…Lucu banget kelakuan Dimas…Makanya, untuk selanjutnya, blog ini ku persembahkan untuk Dimas, setiap langkah kecilnya akan terabadikan disini…